PT Cisadane Sawit Raya Tbk (CSRA) menargetkan pertumbuhan produksi sebesar 10% pada tahun ini, sejalan dengan harga rata-rata minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) yang sedang dalam tren positif.
Direktur Cisadane Sawit Raya Seman Sanjaya menjelaskan, untuk mencapai target tersebut, perseroan akan fokus menerapkan Best Agronomy Practice yakni dengan memperhatikan cost dan mengoptimalkan produksi.
Pihaknya juga terus memantau peluang-peluang yang ada di tengah perubahan yang sangat dinamis di masa new normal. “Salah satunya adalah kelanjutan dari momentum pemulihan harga, peluang ini apabila dimanfaatkan dengan baik akan menjadi potensi bagi kami untuk bertumbuh optimal baik dari sisi pendapatan dan juga profitabilitas,” jelasnya kepada.
Dari segi ekspansi, Seman menambahkan, perseroan tengah mengawasi secara ketat penyelesaian pembangunan pabrik pengolahan kelapa sawit yang berlokasi di Sumatera Utara dengan target kapasitas sebesar 45 ton per jam. Ekspansi ini dilakukan, mengingat industri perseroan sangat dipengaruhi oleh kapasitas produksi.
Proyek pembangunan ini didanai oleh fasilitas perbankan yang perseroan miliki. “Pasca pandemi, kami harus melakukan rekalkulasi estimasi biaya sekaligus menata ulang project untuk mengejar target penyelesaian yang tertunda,” ujarnya.
Adapun sebagai komitmen dalam menerapkan produksi yang berkualitas dan berkelanjutan, perseroan menyiapkan anggaran belanja modal Rp 89 miliar yang akan digunakan untuk pembangunan infrastruktur dan investasi Tanaman Belum Menghasilkan (TBM).
Meski demikian, Seman mengatakan, harga pasar CPO sangat dipengaruhi oleh keseimbangan pasokan dan permintaan di pasar dunia, sehingga fluktuasi harga cukup sulit diprediksi. Sebab itu, sangat penting untuk memanfaatkan momentum yang ada untuk meningkatkan kinerja keuangan perseroan. Menurut dia, apabila dilihat dari sudut pandang pelaku industri, pihaknya melihat bahwa kenaikan harga CPO yang terjadi saat ini lebih dikarenakan adanya pasokan yang terbatas.
Penguatan diprediksikan terkoreksi pada kuartal pertama, karena memasuki musim dingin diiringi dengan penurunan permintaan serta produksi yang mulai meningkat. “Terkait dengan hal ini, kami tentu saja berharap bahwa harga CPO bisa stabil di level yang tinggi sejalan dengan harga rata-rata CPO yang tetap dalam tren positif. Sebagai kontributor utama pendapatan perseroan di akhir tahun 2021,” kata dia.
Sementara itu, hingga kuartal-III 2020, Cisadane Sawit Raya berhasil membukukan kinerja positif dengan lonjakan laba bersih sebesar 360,24% menjadi Rp 64,02 miliar hingga September 2020, dibandingkan periode sama tahun lalu Rp 13,91 miliar. Lonjakan tersebut ditopang penguatan harga jual minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO).
Berdasarkan catatan Investor Daily, disebutkan bahwa pendapatan usaha perseroan naik 20,6% menjadi Rp 451,24 miliar sampai kuartal III-2020, dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2019 Rp 374,24 miliar. Secara rinci, penjualan perseroan pada kuartal III-2020 naik signifikan sebanyak 65,1%, dibandingkan kuartal pada tahun 2020 atau sebelum pandemi Covid-19. (*)
Sumber: https://investor.id/market-and-corporate/cisadane-sawit-targetkan-penjualan-naik-10





