27 May 2021 , 08:43 WIB / berita

JAKARTA - Musim kemarau yang segera tiba mengharuskan para pelaku usaha perkebunan untuk segera mempersiapkan tindakan preventif dan penanganan terhadap kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Upaya ini telah dilakukan PT Cisadane Sawit Raya Tbk. bekerjasama dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) setempat mengingat prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) puncak musim kemarau akan datang di pertengahan tahun 2021.

PT Cisadane Sawit Raya Tbk. memulai upaya ini dengan mengimplementasikan pedoman-pedoman pencegahan dan penanganan Karhutla pada kebun kelapa sawit perseroan, dimulai dengan kebun PT Sukses Sawit Gasing (SSG) dan PT Abiputra Bina Inter (ABI) yang merupakan anak perusahaan dari PT Cisadane Sawit Raya Tbk.

Monitoring titik api merupakan hal pertama yang dilakukan sebagai upaya pencegahan Karhutla. Dengan mengetahui titik rawan kebakaran, diharapkan penanganan lebih tepat sasaran dan efektif. Perseroan akan melakukan pemantauan titik rawan setiap harinya guna mencegah hal-hal yang tidak diinginkan di wilayah perkebunan. Himbauan tentang pedoman pencegahan Karhutla juga telah disosialisasikan kepada seluruh karyawan di perkebunan dengan tetap menekankan kepada protokol kesehatan yang sesuai standar agar lingkungan perkebunan tetap aman dari Karhutla dan juga terjaga secara kualitas kesehatan karyawannya.